Letaknya di sudut paling belakang halaman sekolah.
Jarang terlihat tapi terus menetap,
kisahnya tak cukup lengkap.
Raganya akan segera melangkah pergi.
Tapi kenangan tetap duduk rapi,
di kursi yang pernah menjadi saksi.
Berusaha menahan waktu yang terus berlari,
berharap kembali ke masa yang telah pergi.
Mengulang serpihan kenangan yang perlahan kabur,
terbawa arus hari yang tak bisa diulur.
Pernah kita bersinar dalam satu rasi,
pernah saling memberi warna, layaknya,
kanvas putih yang perlahan hidup oleh cerita.
Jika ruang belajar ini adalah sebuah kapal,
maka kita pernah menjadi nahkodanya.
Kini kapal itu akan berlabuh, dan
semoga samudera yang menanti kalian.
Luas, tenang, dengan langit malam
yang selalu dijaga bintang-bintang yang terang.